My name is riska, full
name riska mala syari Nst, cukup panjang untuk diingat bukan ? tidak semua
orang bisa mengingat nama ku yang panjang ini dengan mudah termasuk diriku
sendiri, waktu memperkenalkan diri masa SD, aku cuman bisa mengingat nama RISKA. Kalau ditanya oleh guru “ nama pnajang nya
? “ aku hanya menjawab “cuman
riska” , only riska hal yang buruk bukan.
Aku bertanya-tanya apa makna nama sepanjang itu padahal yang
digunakan bukankah hanya riska saja? Dimana –mana orang menyapa ku dengan
riska,, bulum ada yang memanggilku dengan nama lain mala, lala, saari, riri dan
lain. Aku penasaran akhirnya ku bertanya kepada ayah ku, katanya sih, itu
singkatan nama ayah, ibuk, dan adik laki-laki ku,
RISKA MALA SYARI Nst.
Perpaduan antara riska dan mala ternyata ada nama ayah ku KAMAL HUSIN Nst ,
kemudian SYARI itu kan nama ibu ku SYARIFAH, kemudian riska ada nama adik
laki-laki ku disitu M. Rizki Hidayat Nst, nama yang unik bukan? Upssss satu
lagi Nst itu nama warisan turun temurun he he he / marga.
Setiap orang pasti memiliki
hari yang special dalam hidupnya, layaknya aku, aku juga memiliki hari yang
special, 21 bulan januari 1993, dimana hari itu Allah memilih ku untuk lahir ke
dunia ini, melihat dunia, mendengarkan asma’ Allah yang dilantunkan oleh Ayahanda
ku. Mulai hari itu, aku mulai menjalani liku-liku kehidupan yang
fana ini.
Kenapa?.........
Setiap manusia
dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda, bentuk yang berbeda-beda,
begitulah keragaman ciptaan Allah SWT , ini merupakan bukti yang sangat kuat
bahwa Allah itu maha kuasa atas segalanya. Aku dilahirkan dengan kemampuan yang
tidak begitu pintar pas-pasan, ketika sekolah aku ingin seperti mereka, setiap semester menyandang juara kelas. Kelas V SDN 113 kota Jambi aku hanya melihat orang tersenyum untuk hasil
yang mereka raih, tapi jika aku melihat kebawah, aku juga tidak terlalu bodoh,
pemikiran ini yang menarik bibir ku untuk tersenyum. Tapi sama saja aku merasa
kecewa dengan diriku, tat kala aku mengingat ayah dan ibu ku, kasihan beliau
harus kerja siang malam, meneteskan keringatnya unutk ku, tapi aku tak bisa
mengusap keringatnya aku hanya bisa berkata” aku sedih “ sambil meneteskan air mata tak ada
kata-kata yang bisa aku ucapkan lagi, aku sudah berusaha, tapi.... apa yang bisa aku berikan untuk mereka,
kira-kira apa yang bisa aku hasilkan untuk ortu ku, 10 tahun yang akan datan,g
apakah taqdir ku akan seperti ini terus?
Andai aku bisa melihat
masa depan, aku pasti tau apa yang akan ku lakukan sekarang.
Aku tersentak dari
lamunan ku, seorang teman ku menyapa ku” riska ... acara dah selasai baleklah
lagi nunggu apo lagi” aku mengangguk dan
segera pulang bersama teman ku. Sesampainya dirumah, selayaknya orang tua pasti
bertanya “ dapat juara berapo ka? Emmmmm tk do lh mak biaso pon, jawab
ku, mamak ku melihat rapor ku, “ juara 4, bagus ni ka, hari ni juara 4
besok ditingkatkan lagi, bersyukurlah” dorongan dan nasihat selalu beliau berikan,
agar aku menjadi yang terbaik memang tidak ada yang bisa menjadi penawar
kesediahan dalam hidup ini selain ortuku.
Beliau selalu menumbuhkan harapan untuk ku, disaat aku sedih beliau
mampu menghapus kesediahan itu, disaat aku kecewa beliau mampau menepiskan
kekecewaan menjadi harapan baru yang tak pernah pudar, saat aku terjatuh beliau
membuatku berdiri lagi, saatku gagal beliau memeberikan ku samangat uatuk bangkit
lagi, saat ku kalah beliau selalu berkata ayo coba lagi , beliau selalu mengingatkan
ku NEVER STOP TRYING , jangan pernah berhenti berusaha.
Kata” jangan pernah
berputus asa itu membuat ku bersemangat lagi. Menata langkah baru, tekat baru,
mencoba lagi, bangkit lagi, berdiri lagi,
dengan harapan yang tak pernah pupus.s
Pagi itu awal mula masuk
sekolah, disambut dengan pelajaran bahasa inggris “It is a pencil, it is a
book,” dengan suara yang lantang buk leli mengajar bahasa inggris, kemudian
siswa –siswa mengikutinya dengan seksama , “wahat it is “, kata –kata itu yang selalu di ucapkan oleh
beliau, sebenarnya bosan, dan kurang berminat,
bahasa inggris yang membosankan, pantes aja nilai laporku yang paling rendah
mata pelajaran bahasa inggris. Tiba-tiba
“You are wahat it is ? “ buk leli menunjuk ke arah ku, menyuruhku untuk menjawab
pertanyaannya taht is waithboard , dengan gugup aku menjawabnya “ huuuuf
hampir saja tak bisa menjawab” . Saat belajar bahasa inggris aku berulang
–ulang melihat jam tangan ku, “ kapan ya keluar ?? kapan bel berbunyi? “ BOSSSSAN L akhirnya bel berbunyi
hati ku, lega seakan-akan beban ku hilang, sorakan teman-teman kelas
baleeeeeek... tepat pukul 13.00 Wib aku telah sampai di rumah.
Sahelai daun kering jatuh keatas buku, ketika aku membaca
buku di bawah pohon, menyadarkan ku,
bahwa sekarang sudah pukul 15.00 Wib,
ternyata sudah satu jam lebih aku duduk didepan rumah dibawah pohon
jambu yang rindang. Aku baru teringat akan janji ku untuk bermain bersama teman-teman.
segeraku simpan buku, selang beberapa
menit teman ku pun datang untuk bermain, aku menemui mak ku, meminta izin untuk
bermain, lalu aku puun pergi bermain bersama teman-taman ku, memang masa
anak-anak itu menyenangkan, bermain dan tertawa bersama teman –teman, legakan
tawa anak-anak yang lepas tanpa tersirat didalamnya masalah-masalah kehidupan,
layaknya tawa orang dewasa yang tampaknya bahagia tapi didalamya penuh dengan
permasalahan, pemikiran, baik dari segi ekonomi, percintaan, pendidikan,
keluarga dan lain sebagainya.
Tiba-tiba terdengar suara sayup-sayup, perlahan-lahan
mulai jelas terdengar, memanggil nama ku riska, kaaaa, kaaa, balek ka
dah sore berulang-ulang, sepertinya
suara itu tidak asing ditelingaku , O O O UW itu suara ayah memanggil ku
untuk pulang, tanpa berpikir panjang aku meninggalkan teman-teman ku, fei, ta,
sa, aku pulang ya dengan serentak mereka menjawab yaaaaa
Beberapa menit aku tiba di rumah aku pun segera
menyandang handuk ku menuju kekamar mandi,
kemudian buru-buru ke mesjid untuk belajar mengaji, agama, berasama ust Ali. Ust
Ali mengajarkan ku menulis arab aku suka tulisannya bagus dan indah, disamping
mengajarkan tulisan beliau juga mngajarkan bahasa arab, “kitaabun “ begitu serunya beliau menulis dengan tulisan
yang indah jujur aku lebih suka belajar bahasa arab dari pada bahasa inggris,
tapi sayangnya di SD tidak ada pelajaran bahasa arab,.
Tahun berganti diringi dengan bulan dan hari. Detik
akhirku belajar sebagai siswa SD akan segera berakhir, kira –kira sekolah apa
yang telah direncanakan oleh ortu ku. Terserah kepada beliau mau kemana aku diarahkan,
aku percaya apa yang dipilih ortu itu baik untuk anaknya, mana ada ortu yang meniginkan anaknya gagal.
Kata guru mengajiku begitu, beliau itu juga berkata carilah keridhoaan orang
tua, sebelumnya aku tidak paham dengan perkataan itu, tapi atas penjelasan
beliau aku paham dan ingin melaksanakannya.
Setelah mengakhiri masa belajar di SD aku dan keluargu
pindah ke Riau di kabupaten Meranti desa alah air, disitu aku menemukan teman
baru, suasana baru serba baru, aku sedih harus meninggalkan teman-teman ku di
jambi, kapan aku akan bertemu kembali bersama mereka? Apakah setahun lagi, atau
dua tahun lagi atau tidak sama sekali, itu teka-teki kehidupan takkan terjawab
sekarang.
Small london
&
Arabic
Bagaikan air yang mengalir tak ada
yang bisa melawan arusnya..ini lah kehidupan yang manusia jalani, hidup mengikuti ketentuan yang telah
di gariskan Allah,. Dengan dianugerahkan akal untuk digunakan dalam mencari ridho’Nya..berijtihad
dengan cara menuntut ilmu setinggi tingginya…
Aku melanjutkan pendidikanku di ponpes Nurul Hidayah, memutuskan
masuk MTS yang ada disana
di kabupaten Bengkalis, bantan tua
adalah desa dimana ponpesku berdiri…
walau jauh di
seberang pulau, demi cita-cita dan modal ilmu agama yang harus di tambah, kedua
orang tuaku memutuskan untuk memasukkan aku di ponpes,, yang kala itu aku masih kecil baru tamat SD dan harus berpisah
dengan mereka yang belum pernah aku rasakan jauh darinya,,aku tak pernah pisah
dengan mereka, kemana mereka pergi pasti aku juga ikut,,Hmm..dapat dibayangkan
bagaimana cara nya aku bisa hidup mandiri tanpa mereka,,.aku masih kecil tak
tahu apa-apa,,bagaimana jika disana aku tidak bisa bertahan?? Apalagi aku
sering mendengar kalau di ponpes itu peraturannya ketet sekali, tidak ada
jadwal bermain,,belajar belajar dan belajar….bagaimana jika disana
teman-temannya jahat-jahat kayak di sinetron-sinetron??? Ih..aku bener-bener
takut…tapi aku tak mungkin membantah pada orang tua,,toh ini adalah jalan
kebaikan, dan orang tuaku yakin kalau aku pasti bisa…orang tuaku begitu
semangat, mengapa aku tidak???? aku buang jauh-jauh rasa takut itu,, aku
mencoba ikhlas dan mau memenuhi permintaannya untuk masuk
ponpes…aku yakin ini adalah suatu jalan yang Allah telah pilihkan untuk masa
depanku…yach aku harus yakin, suatu saat nanti pasti ada kebahagiaan di balik
ini semua,,bersusah-susah dahulu bersenang
senang kemudian,,man
jadda wa jadda , itu lah yang menguatkan aku ,saat ini aku harus belajar dengan keras, tak da
lagi waktu untuk main-main sama teman-teman kampung sehabis pulang sekolah dan yang paling sedihnya harus berpisah dari orang yang paling aku sayangi,,ayah dan mak
dan akhirnya aku telah membuat keputusan dan
menerima tawaran orang tua untuk masuk ke ponpes,,,ku lihat mereka sangat
gembira sekali,,,aku juga senang melihat mereka bahagia walaupun dalam hati
kecilku aku belum 100% yakin,,,dan asal kalian tahu sebenarnya jujur banget aku
sangat takut..
lambaian daun kelapa
bertautan ditiup angin,,pelan tapi pasti seolah-olah mereka melambaikan
tangannya, mengucapkan pesan dan mendoakan kepada ku hati-hati riska kejar
cita-cita mu..by-by… lama sekali aku termenung, jauh pikiran ku melayang tak
tau kemana…sesaat aku tersentak… ya Allah kuat kan aku…do’aku lirih dalam hati,,,,sambil
menunggu jalannya kapal ferri ekpress yang akan mengangkut ku ke bengkalis sesekali
aku memandang kesekeliling,,selamat tinggal kampong tercinta,,,aku harus pergi,
dan tak bisa lagi aku menyaksikan perubahan-perubahan yang akan terjadi..
pagi itu angin berhembusan
kencang sekali, rasanya tulang-tulangku ditusuk-tusuk duri karena dinginnya
udara pagi itu,, aku merapat dan memeluk ayah dan mak ku yang ikut mengantar
aku ke bengkalis, ,ku peluk ibu ,,ada kehangatan, dan dinginnya angin pagi itu
terkalahkan oleh pelukkan ibuku ,,tanpa ku sadari air mata mengalir dipipi ku, makku yang
melihat hanya tersenyum kecil dan aku tau mereka juga sedih berpisah dari ku
,,terlihat dari kedua mata mereka agak sembab dan memerah,,erat sekali aku
peluk makku…karna aku tau takkan ada lagi aku bisa merasakan pelukan sehangat
ini...andai saja ponpes itu tidak jauh diseberang pulau dan dekat dengan tempat
ku tinggal, pasti aku akan senang sekali dan tidak merasakan hal yang sesedih
ini..ach…aku terlalu banyak menghayal sesuatu yang tak pasti,….
“Ris…”suara
lembut mak ku yang masih membiarkan tubuhku bersandar di sampingnya menyadarkan
aku, “ya mak…kenapa???” aku menjawab lirih,, “apa yang riska
pikirkan?? mak tengok riska diam je dari tadi”.. tanya mak ku “tak de lh mak..”. jawab ku dengan lirih “ riska baik-baik ya nak disane,,ingat nak jangan melawan same
kakak-kakak nye ape lagi same guru-guru kat sane ya nak…riska harus pandai
bekawan nak,,jangan sampai riska buat orang sakit hati taw,,,satu lagi jangan
banyak main, belajar yang rajin trus ikuti semue peraturan yang ade ya nak
jangan nakal taw??” .. tangan makku membelai lembut kepala ku sampai habis
nasehat-nasehatnye tak terucap lagi,,,itulah pesan terakhir sebelum kami
berpisah,,aku tak bisa menahan kesedihan,.air mata juga tak terbendung lagi,
aku mencoba untuk menghentikannya agar makku tak begitu sedih melihat ku,,aku
coba tapi tak bisa,,,sentuhan lembut tangannya mengusap air mata yang jatuh di
pipiku,, “sudah sudah jangan nangis lagi ya, riska kan sekarang udah besar,,
tak payah lah nak sedih-sedih betol besok-besok kalau waktunya libur panjang
kan bisa balek,, dah dah nanti tak cantik lagi anak gadis mak ne kalau masih
mewek..” “seru mak ku berusaha menghiburku “makkk”..aku merengek
manja.. “dah jangan lah macam ini tak baek lah mau menuntut ilmu kok tak
ikhlas macam ini..” mak ku memujukku
dengan bermacam kata-kata hingga akhirnya aku tak menangis lagi…
“iye mak aku pasti ingat semua pesan mak”.. aku menatap wajah mak ku…tak
terasa perjalanan laut yang aku tempuh berakhir, dan akhirnya sampai juga di
negeri tujuan…”BENGKALIS NEGERI JUNJUNGAN” itu lah semboyan kabupaten ini..
Mencoba bagaimana memulai hidup
yang baru… sekolah baru,, teman baru dan pastinya suasana yang baru, walaupun jauh dari ortu,
ini adalah hal yang paling menyedihkan, tapi demi menuntut ilmu, tak
pelah..
Welcome To Pondok Modren Nurul Hidayah
(PMNH) ,,spanduk
yang tertulis di gerbang masuk pondok,,, ku lihat sekeliling bangunan pondok,,tidak
terlalu megah,,tapi menarik juga kelihatannya,,dan akhirnya mata ku tertuju
oleh tulisan yang ada didepan salah satu gedung… “small London” ..hati ku bertanya-tanya apa sih maksud tulisan itu,,
Apakah kalian tau apa istilah tulisan small
London itu? Itu merupakan istilah di ponpes NH (Nurul
Hidayah ). dimana –mana tertulis small london apa sih itu sebanarnya? Aku penasaran
sekali,,aku mencoba mencari-cari jawabannya,, Aku bertanya kepada teman sekamar
yang ternyata statusnya
sama seperti aku santri baru, jawabannya dak tau,,,,aku bertambah penasaran,dan akhirnya aku bertanya kepada kakak kelas, katanya small london itu adalah istilah yang digunakan bahwa ada waktu pada saat itu semua santri wajib menggunakan bahasa
inggris, wajib???
Waw aku terperanjat kaget, bagaimana mungkin,
aku tak bisa berbahasa inggris… aku
hanya diam mendengar penjelasan kakak,, katanya itu merupakan salah satu cara bagian bahasa untuk mengingatkan santri-santri agar seluruhnya menggunakan bahasa
inggris dalam percakapan sehaari-hari,,, yaaaa biar ala-ala london gitu, kakak
kelas semuanya menggunakan bahasa inggris dalam percakapan sehari-hari, waaah
keren pengen bisa seperti kakak itu,kakak tingkat yang kelas II Mts aja udah
bisa lancar berbicara menggunakan bahasa
inggris, apakah tahun depan 2006-2007 aku bisa seperti mereka?, kok bisa ya mereka berbahasa secara langsung.? Aku heran juga dengan kakak-kakak itu,,
Wah ini merupakan
tantangan baru dalam hidupku, berbahasa inggris di small london.. asyik
juga kedengarannya..
Azan telah berkumandang,,menandakan waktu
subuh,,ini Awal pagi aku berada di
ponpes NH, bangun subuh untuk mengerjakan sholat shubuh secara berjamaah,, jujur
sebelumnya aku jarang sekali bangun sepagi ini, tapi aku harus mengikutinya
karna ini adalah peraturan pondok bahwa sholat lima waktu wajib dilakukan
berjamaah di mesjid PMNH,,aku masih ngantuk bwanget..dan aku paksakan mata ku, setelah
sholat subuh kegiatan pondok dilanjutkan dengan
pemberian “vocab”. dua vocab untuk setiap harinya yang terdiri dari
bahasa inggris dan arab, misalnya:
-يأكل أكل to
eat =makan
Kemudian membuat
kata pendek dengan menggunakan bahasa inggris atau pun arab. Waw hal baru lagi
yang aku dapatkan disini..
Setiap hari kalau dijumlahkan ada 4 kosa kata baru yang diberikan oleh
kakak kelas. Lumayan banyak juga ya, kalau sudah 6 hari itu berarti udah
ada 24 kosa kata.. Tahu kah kalian ternyata kosa kata yang telah diberikan itu
harus digunakan dalam berbicara kepada siapa pun setiap hari..wah ini tantangan
juga buat aku.. kata ust & usth di
situ kalau salah dak papa asalkan digunakan,,yah itu sudah membuat aku tidak
begitu takut lah,,bagi santri yang tidak menggunakan bahasa resmi pasti kena
hukum, malam-malam di panggil ke munazomah , tau dak kalian munazomah itu apa? Hmm..baiklah akan aku kasi tau,,,, kata
kakak tingkatku sih munazomah Itu merupakan kantor yang digunakan untuk berkumpul,
musyawarah , juga sebagai tempat penghukuman
(‘iqob) bagi santri yang melanggar peraturan..ih…kayak tempat pengadilan
aja agaknye ye,, jangan lah sampai aku di panggil di tempat ini,, ini hal yang
menakutkan bukan??
Tak terasa ternyata
sudah sekitar satu minggu aku menjalani hidup di ponpes NH, aku juga tidak
menyangka, hidup di ponpes bukanlah sesuatu yang membosankan,,banyak sekali aku
mendapatkan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah aku ketahui sebelumnya.. WAAAAAAAH ada perubahan baru lagi disetiap pamplet, minggu kemarin tertulis small loondon sekarang sudah berubah tulisannya menjadi Al-‘Arabi, kosa kata disetiap tempat
yang minggu lalu bahasa inggris telah diganti dengan menggunakan bahsa arab
,aku tau ini adalah pertanda bahwa
bahasa resmi minggu ini adalah bahasa arab. kayak orang arab beneran deh,,,
yaaaaa......... mau ngomong apa aja pake’ bahasa arab… Wah ini baru namanya
belajar bahasa arab beneran, selain fasilitas mendukung, lingkungan pun sangat mendukung rasa –rasa berada benar-benar berada di saudi arabiya,. emang pernah?? Tidak sih, Cuma sering lihat di film-film … semua orang yang ada di ponpes menggunakan bahasa arab,
hebat bukan??
Suasana,
pengalaman, baru terus mengisi hari-hari ku di ponpes,,, setiap hari dilapangan
diadakan membaca do’a malam sebelum Pelajaran
dilaksanakan, selain itu ternyata ada
pengumuman dari kakak pembimbing,
pengumuman apa yaaaa,,aku penasaran..dan yang membuat aku tidak puas
hati adalah aku tidak paham apa yang dibicarakan kakaknya,,bagaimana mungkin
aku mengerti apa yang mereka katakan dengan menggunakan bahasa arab,,aku kan
tidak tau ,,sebeeel rasanya…jadi bingung pengumuman apa yaa??? Aku terus
bertanya dalam hati… Dan akhirnya ada
kakak kelas yang memberi tahu bahwa isi pengumumnya adalah setiap santri harus
menggunakan bahasa arab dan merupakan bahasa resmi minggu ini, siapa yang tidak
menggunakan bahasa arab maka akan di jatuhi hukuman,.ih kalau sudah mendengar
kata hukuman rasanya ngeri juga ya… untuk kelas pemula seperti aku ni diberi keringan selama 6 bulan, setelah 6
bulan dilarang menggunakan bahasa indonesia apalagi bahasa daerah,,akhirnya
selamt juga diriku.., pengumuman yang selanjutnya kalau kemana-mana harus
membawa buku vocab yang ketahuan tidak membawa maka akan dicatat namanya
kemudian siap-siap deh untuk di hukum malamnya..serba hukuman aja kayaknya bagi
yang tak taat..
Aku merasa heran
mengapa harus membawa buku vocab ya??, setelah aku tanya kata kakak tingkat
buku vocab itu dibawa untuk digunakan dalam berkomunikasi dengan siapapun
selagi masih di area ponpes NH, ketika tidak tahu bahasa arabnya ataupun bahasa
inggrisnya maka bisa membuka buku vocab untuk dilihat bahasa arabnya, ataupun
bahasa inggrisnya..
Ada lagi
penunjang kemahiran berbahasa , hampir seluruh santri kurang menyukai kegitan
ini, “MUHADHAROH” kalau bisa
milih antara sakit dan muhadarah mendingan pilih sakit ajalah, emang sih
sebenarnya kegiatan ini sangat bagus untuk melatih kita berbicara didepan
audiance dengan tutur bahasa yang bagus,
sopan, selain itu melatih mental kita ketika kita terjun di masyarakat. Tapi ini adalah kegiatan yang menakutkan..jika berbuat
kesalahan hukumannya bisa berupa keliling lapangan,,duh capek deh…
kegitan ini
seminggu diadakan tiga kali setiap malam jum’at ini khusus untuk bahasa
indonesia, kemudian malam senin khusus untuk bahasa inggris, dan hari
kamis pukul 10.30 WIB sampai 12.00. kegiatan ini serasa lama
buangeeeeeeeeeeeeeeet bagi aku.. Kata teman-teman ,“macam dah belomot rase dudok kat dalam tu” dan satu lagi
jika kedapatan santri terkantuk-kantuk juga disuruh keliling lapangan “emmmm
malulah “ nanti disuruh ambil
kesimpulanlah dari apa yang di pidatokan oleh teman-teman,
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii hal yang membosankan,,lagipun aku dak bisa lah.. Namun
seiring waktu pun aku bisa dengan sendirinya itu karena tuntutan juga sih daripada
kena ‘iqob, mendingan memaksa diri sendiri untuk bisa bukan? ..hehehe...tapi
bukan artinya tidak ikhlas ya…
Tak terasa setahun
sudah aku berada di ponpes NH, aku merasakan perubahan yang sangat besar dalam
hidupku yang dulunya aku tidak bisa sama sekali berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa arab sekarang sudah bisa sedikit-sedikitlah hee hee hee yaaa
walaupun belum lancar buanget seperti kakak kelas yang lainya yaaa yang namanya
belajar perlahan-lahanlah tapi pasti... Ya ngak??? ,iya aja deh.. dan sekarang
aku sudah bisa memahami pembicaran, pengumuman yang diberikan oleh ust, usth
dan kakak kelas tanpa harus mintak
terjemahkan lagi oleh kakak kelas , ini merupakan suatu perubahan bukan? Seneng
juga rasanya,..
Materi
Masa liburan sudah berakhir,,macam baru liburan tahunan, kini udah mau kembali ke NH
lagi, masih kangenlah sama ortu di Rumah, sedih deh pisah lagi ,,,,,,
“ mak ......
Yah....... doa’akan ya anak mu ini dalam
menuntut ilmu mudahan diberi kemudahan
dan ilmunya menjadi berkah dapat berguna untuk dunia dan akhirat, maafkan
kesalah anak mu ini, maafkan belum bisa membalas apa yang telah diberikan
hingga saat ini “
I love you mak & ayah
Pohon-pohon
bakau berjejer di sepanjang pantai,Kapal berlayar perlahan –lahan meninggalkan kampong halaman
terrcinta..selamat tinggal semuanya, aku doakan aku ya…lama kelamaan
hilang wajah ibu dari pandangan mataku karena kapal
berlayar kencang melaju melewati bahtera samudera.., beberapa jam kemudian welcome
to NH Alhamdulillah sampai dengan selamat.
Beberapa hari
kemudian pengumuman kenaikan kelas , Alhamdulilah aku lulus dengan jayyid,
ternyata dikelas dua ini lokalnya dipisahkan
antara santriwan dan satriwati gak papalah lebih fokus belajarnya kali ya...
“Ohhhhhhhh tidak” tanpa sepengetahuan aku ternyata semua materi pelajaran menggunakan
bahasa arab fiqih, nahwu, shorof, tamrin, tajwid, muthola’ah, dll dalam
menerangkan pun menggunakan bahasa arab, hanya waktu terpaksa aja menggunakan
bahasa indonesia, aku tidak yakin kalau aku mampu untuk menghadapinya, aku
bukan sosok orang yang pintar,..ini adalah tantangan berat bagiku,,bagaimana
mungkin aku akan memahami pelajaran dengan baik jika aku tak tau artinya…ini membuat
aku gak paham , jadi ngantuklah belajarnya, kenapa ini terjadi kok ngantuk
sih,,,,,,terkadang aku sering menyalahkan mataku ini.., mungkin ini belum terbiasa. Seiring waktu
akhirnya terbiasa. Pada mata pelajaran
nahwu kami menggunakan Nahwu wadhi, buku nahwu ini banyak memberikan
contoh-contoh dalam kalimat, aku suka kalau belajar banyak contohnya di
bandingkan harus melihat keterangan qoa’id, yang panjang-panjang, tapi
contohnya dikit.
Ust yang
mengajarkan nahwu juga memberikan contoh bukan hanya dari buku saja tetapi
contoh-contoh kalimat yang sering dipakai sehari-hari, ini best dah, kemudian
menerangkannya dengan menggunakan bahasa arab jika kurang paham maka mau gak
mau yaaaaa pakai bahasa indonesia juga setelah semuanya paham maka satu persatu
membuat contoh dengan menuliskannya di papan tulis kemudian dikoreksi jika ada
yang salah…
Di kelas dua ini
perkembangan bahasaku sedikit demi sedikit meningkat dan aku mulai lancar
menggunakan bahasa arab, bahkan terasa sudah menjadi bahasa sehari-hari seperti
menggunakan bahasa di rumah sendiri saat berinteraksi bersama keluarga..akhirnya
aku juga bisa…
Sore itu di mushola
aku termenung sendirian sambari menatap pohon –pohon yang di gelantungi oleh beberapa monyet aku
mengoreksi diri ini apa yang telah ku dapatkan selama kurang lebih dua tahun
aku disini, jujur aku merasa bahagia ku telah bisa berbahasa asing disini tapi,
aku tak memiliki prestasi yang dapat aku banggakan kepada orang tua aku, aku
merasa ini adalah hal yang sangat buruk semasa aku disini, untuk masuk sepuluh
besar aja aku tak mampu apalagi untuk menjadi juara kelas, kenapa ini tejadi
pada ku, kenapa aku tak bisa berada diposisi mereka, ya Allah kapan aku bisa
merasakan apa yang mereka rasakan? Aku anak yang tak bisa di banggakan oleh orang
tua ku, terkadang aku berpikir semunya ini tidak adil, aku telah berusaha untuk
belajar sampai larut malam bahkan waktu tidur malam bisa dihitung mungkin hanya
3 jam, tapi apa yang ku harapakan tidak sesuai dengan apa yang telah aku usahakan, jika aku kurang berdo’a aku telah berdo’a
tapi kenapa?? Sekan-akan diri ini putus asa.
Tanpa ku sadari
air mataku mengalir dari sudut mata ku, saat itu aku tak tau aku harus berbuat
apa, tapi dalam kesedihan ini aku selalu
teringat akan kata –kata jangan putus asa, NEVER STOP TRAYING, kata yang pendek tapi bermakna luas. Tak
terasa oleh ku jarum jam menunjukan pukul 17.00 wib, waktunya mandi, aku
teringat bahwa nanti shalat dilapangan karena ada sedikit tausiyah dari ust.
Dilapangn yang
luas itu santriwan dan santriwati telah
berkumpul, dan ust pun memulai tausiyahnya, ......... dari tausiyahnya itu aku
mendapatkan beberapa masukan yang membuatku lebih lega atas pemikiran ku tadi
sore, memang betul apa yang beliau katakan bahwa keihklasan itu perlu menjadi landasan
setiap melakukan pekerjaan, tanpa keikhlasan semua yang kita lakukan akan terasa
siasia, namun jika dilandasi dengan ikhlas lilaahita’ala akan terasa lebih
nikmat, lebih puas, dari melakukan sesuatu tanpa keikhlasan akan selalu terasa
siasia...
Program Ajaran Baru
Awal ajaran baru ini
merupakn awal mula melangkah untuk meraih masa depan. Kekurangan dimasa lalu
menjadi cerminan untuk mengubah masa yang akan datang. Saat ku mulai membuka
mata beranjak dari tempat tidur mulai mengganti untuk berwudhu’ seperti hal
biasa yang dilakukan santriwati PMNH.
Pukul 07.00 wib lonceng pun
berbunyi semua berkumpul dilapangan mendengarkan beberapa arahan sebelum
menujukan lokal masing- masing. .ternyata ada program baru untuk meningkatkan bahasa
santri, diadakannya muhadastah (berkomunikasi dengan bahasa arab /inggris
) setiap pagi sekitar 30 menit sebelum
masuk kelokal ini dijadikn rutinitas setiap pagi, melatih kemahiran berbicara dan menyimak.
Keesokan harinya program
yang telah direncanakan, pun mulai
dilaksanakan mulanya memang agak sulit namun perlahan-lahan mulai di pahami
oleh santriwan dan santriwati.
Pembelajaran ditahun ini
lumayan sulit karena disamping harus mempelajari ilmu agama dan bahasa aku
sebagai santri kelas tiga Mts besamat teman-teman lain harus mempelajarai
ilmu-ilmu yang akan keluar di UAN nantinya. Semuanya harus diseimbangkan, bukanhal
yang mudah untuk menyeimbangkannya.. mengingat jadwal kegiatan pondok yang
begitu komplit…sabarkan aku ya Allah…
Daun yang sudah tua pun
gugur berganti dengan daun yang baru..ini juga terjadi pada diriku…Hari
berganti hari, bulan berganti bulan,tanpa kusadari hingga tibalah saatnya untuk
menghadapi UAN, aku merasa takut..aku harus lebih giat belajar dan lebih semangat
dalam beribadah…
Manusia di ciptakan oleh Allah tidak lah ada yang sama,
ini menandakan kebesaran dan kekuasaan Allah… Setiap manusia memang berbeda, beda
pemikiran, watak, sikap. seiring dengan
banyak yang akan dihadapi maka banyalak permasalahan yang dihadapi, dari
perbedaan pendapat antara teman, sehingga ini memepengaruhi konsentrasi dalam
belajar namun itu bisa diatasi walaupun agak sulit.
Masa yang menjadi momok
para pelajar di seluruh tanah air…akhirnya setelah dinanti-nanti pengumuman UAN
pun telah keluar Alhamdulillah suatu
kesyukuran yang luar biasa ternyata semuanya lulus.
الله أكبر .... الله أكبر
Lantunan adzan terdengar
sangat merdu dari mesjid, aku dan teman-taman ku segera menunaikan shalat ashar, usai shalat ashar dan mufradat,
sejenak aku berdiri masih menggunakan mukena di lantai dua sambari melihat
kelangit ada pesawat terbang lewat, tiba –tiba terbenak di hati aku ingin pesawat terbang, mulut ini
pun berkata “suatu saat nanti aku
pasti bisa naik pesawat terbang I am promise ”
Teeeeeeeeet,teeeeeeeeeeeeeeet
teeeeeeeeeeet bel berbunyi dengan nyaring memecahkan khayalan ku saat itu,
terdengar jelas suara kakak kelas berteriak “ tasaro’na ya ukhti ilal
maidan,,,, riadhoh “ berulang
–ulang aku pun segera berlari menuju
kamar ku dan segera menukar baju untuk olahraga dilapangan.
Language Party
Kemampuna berbahasa seseorang tentu berbeda dengan yang
lainya. Namun keterampilan berbahasa ini bisa dilatih dengan baik. Segala macam upaya yang dilakukan oleh ust dan usth PMNH untuk
meningkatkan bahasa santri. Tidak mudah untuk membangkitkan semangat untuk
berbahasa, perlu banyak kegiatan yang menarik
dan tidak membosankan.
Malam ini seusai
membaca do’a untuk belajar malam, ternyata diumumkan akan diadakan language
party yang dalam artian adalah pesta bahasa yang akan diikuti oleh santri-santri, ini
merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya ,biasa lah kerja program
bagian bahasa, namun kali ini namanya aja yang berbeda, “language party” kira kira isinya sama gak yaa,
Pada acara ini setiap kamar mengutus untuk mengikuti language party.
Acara ini untuk meningkatkan kemahiran berbahasa baik dari segi berbicara,
grammarnya, dll. Di NH sealalu berupaya untuk meningkatkan bahasa santrinya selalu
berpegang kepada kata
" الغة تاج المعهد" atau “language is our crown” bahasa adalah mahkotanya
ma’ahad,
Dalam
party language ini diadakan lomba menerjemahkan lagu yang berbahasa Indonesia
ke bahasa inggris sesuai dengan grammarnya, debat, pidato, menyanyikan
lagu-lagu yang berbahasa inggris dan arab, mengarang puisi dan novel yang yang
berbahsa arab dan inggris, drama yang menggunaakan bahasa arab, cerdas cermat,
dan lain-lain. Di language party ini seluruh santri diharuskan untuk aktif
dalam mengikutinya. serubukan apa apalagi kalau kamarnya juara umum emmmmm hadiahnya buanyak buanget, berkotak-kotak..menyenangkan
bukan???
Best
buanget lah ,,,,,,,,,,,
Sudah beberapa tahun tinggal dan beradaptasi di
lingkungan berbahasa ini ternyata banyak kegiatan yang diselanggarakan ini
semua mendukung kegiatan bahasa. Setiap kegiatan mengutamakan bahasa asing.
Bahkan dalam panggung gembira yang diadakan setahuan dua kali ini tidak lepas
dari drama –drama yang berbahasa arab dan inggris.
Terkadang hati ini berkata bahwa ini sebuah tekanan yang
berat bagi ku, jujur di sini materi yang diajarkan menggunakan bahasa asing,
aku sempat bingung nyaris tidak paham, apalagi waktu ujian aku hanya menghafal
aja hanya beberapa mata pelajaran saja yang aku pahami. Aku hanya berusaha
semampu ku, walau pun terkadang tak
sesuai dengan apa yang ku inginkan aku harus menerimanya, mungkin hanya setakat
itu lah kemampuankau, tak perlu aku berbuat curang, mencontek membawa catatan
dan lain-lain. ‘itimadu ‘alanafsi.
Di Penghujung
Setiap pertemuan pasti
ada perpisahan…Ada yang namanya permulaan tentu tidak jauh dengan kata-kata
pengakhiran begitu juga dengan perjalanan hidup ku di NH ini seiring waktu
tidak terasa ternyata kini telah berada dipenghujung perjalanan hidup di NH
ini, dipenghujung ini merupakan akhir
dari merasakan lingkungan hidup yang penuh dengan berbahasa asing, itu menandakan
aku akan keluar dari small london dan arabic yang
takkan pernah aku temui dimanapun..sedih namun ada kebahagiaan tersendiri
...aku mendapat pelajaran yang tak ternilai harganya...trimakasih ustadz dan
ustadzah ku tercinta semoga ilmu yang aku tuntut di ponpes NH bermanfaat dan
berkah dunia akhirat,,amin ya Rabbal alamin...
Pagi ini tidak separti
biasanya tidak seriang biasanya, kulihat wajah teman-teman pancaran senyumnya
tak seperti biasanya, seluruh santriwan dan santriwati berkumpul dilapangan saatnya
yudisium, ini terakhir kita berkumpul dalam status yang sama santriwan dan
santriwati, setelah ini mungkin dari mereka ada yang berubah status menjadi
mahasiswa, guru, ust, usth, bahkan suami ataupun istri. Enam tahun itu bukanlah
waktu yang singkat, tapi dengan satu hari ini telah menjadi kenangan terakhir
bersama bersama lagi, itu mungkin tapi tidak akan rasanya sama seperti yang
dirasakan saat ini.
Tetesan air mata terus
mengalir, dari setiap sudut mata teman-teman ku, tapi tetesan itu takkan
mengubah hal yang telah terjadi, berpisah itu pasti dan takkan ada yang bisa
menghalangi. Sampai jumpa kembali teman-teman ku.
Sukabumi
Aku bingung, teman aku
akan melanjutkan pendidikan ku? Itu yang aku pikirkan, jauh ku merenung dan
memikirkan langkah apa yang harus aku pilih, aku mau kuliah, tapi kuliah butuh
biaya yang banyak, entah kenapa dalam benak ku sebelum kuliah aku harus punya
skill apa pun itu aku harus punya keterampilan, aku tak ingin kuliah hanya
kuliah saja, aku harus mengembangkan apa yang aku dapat di PMNH, akhirnya ku bertekat untuk pergi ke Sukabumi.
Alhamdulillah atas izin Allah ayah dan mak ku meridhoi aku untuk pergi ke Sukabumi?
Keinginanku untuk pergi
kesukabumi, aku ingin belajar kaligrafi, ini semua kulakukan agar aku mempunyai
keterampilan, aku tak ingin hanya kuliah, belajar menghadap buku, mendengarkan
keterangan dari dosen, sedangkan diluar sana aku tak mampu untuk berbuat
apa-apa.
Sore itu dibandara terlihat
ramai sekali, mata melirik kesana –sini mencari teman ku yang ingin pergi ke Sukabumi,
mata ku terhenti di tempat duduk sebelah ATM “ hai “ teriak ku
berulang-ulang mata mereka pun tertuju oleh
ku, “ dah lame nunggu?” tak lah kata mereka, tak lama kemudian kami pun check
in. Selang beberapa waktu, keberangkatan pun di umumkan. Aku sedih ortu ku
tidak mengantar ku, karena tempatnya lumayan jauh dan memerlukan biaya yang
banyak, aku hanya diantarkan oleh wak
ku, yang di Pekanbaru, itu pun cuman sampai aku bertemu dengan
teman-teman ku, sebenarnya hati sedih, seakan-akan air mata akan mengalir, tapi
masih bisa kutahan aku tak ingin menampakkan kesedihanku di depan teman-temanku,
air mata ini mengalir dalam hati ku saja, cukup aku dan Tuhan yang tau.
Saat pesawat akan
terbang aku terasa deg-degan, maklumlah belum pernah naik pesawat baru pertama,
suara yang menyakitkan telingaku, suara yang rasanya mau memecahkan telingaku, namun beberapa menit kemudian suara itu
perlahan –lahan pun mulai lirih, nafas ku legah “ huff” aku berpikir sejenak bukan kan ini yang aku
inginkan 3 tahun yang lalu, alhamdulillah terwujudkan terimakasih ya Allah.
Mudahan ini bukan pengalaman terkahirku. Tiba –tiba teman sebelah ku bertanya “
kenapa ka?” “gak papa jawab ku” sambil tersenyum. Akupun terlelap tidur, karena menahan
dinginnya AC pesawat.
Melihat keindahan malam negara
indonesia ku, ini pertama kalinya , waaaaaaaaaaaau , indahnya lampu yang warna
–warni menghiasi bangunan yang menjulang tinggi, dan berbagai macam bentuknya
jika kita lihat dari atas sungguh menkjubkan ini , pertama kali dalam hidup ku,
ku tak pernah melihat ini sebelumnya. Keindahan
ini kulihat ketika pesawat akan mendarat di bandara Soekarno Hatta.
Allhamdulillah sampai di
Jakarta dengan selamat. Aku dan teman teman melanjutkan perjalanan ke Sukabumi lumayan
lama, ini hal yang paling tidak kusenangi aku tak bisa melakukan perjalanan
jauh menggunakan mobil, aku mabook.
Jam 03.00 WIB mobil
berhenti didepan gerbang aku pun terbangun dan ternyata aku telah sampai di
kota Sukabumi , ya ini dia LEMKA (Lembaga Pengembangan Kaligrafi Al-qur’an), saat
ku keluar dari mobil udara terasa sangat dingin sekali, udara pegunungan yang
sangat dingin seakan-akan menusuk tulangku, luar biasa dinginya aku baru
pertama kali merasakan kedinginan yang sangat mendalam, seperti disimpan
dilemari es.
Disinilah aku memulai
hidupku dengan menghadap tinta, kertas, resam, setiap waktu, hari pertama
belajar tulisan arab, tentunya ust disitu mengajarkan huruf yang paling mudah, alif dengan khat naskhi, hari itu aku hanya menulis huruf
alif saja sampai benar- benar terlihat indah, berlembar-lembar kertas putih
bergoreskan huruf alif disekitarku ini tanpa kusadari. Kemaren huruf alif hari
selanjutnya huruf ba , dan tsa ,
terangkum menjadi satu, huruf-huruf yang diajarkan terganutng dengan tingkat
kemudahan dan keserasian antara huruf yang lain, ini di atur agar santri dapat
dengan mudah menulis, dan membedakan bentuk-bentuk , kaidah huruf tersebut.
Sebelum aku masuk ke
lemka aku berpikir kalau disini hanya belajar huruf-huruf saja, kemudian
mengetahui kaidah tulisan naskhi, sulust, diwani, diwani jali, riq’ah, kufhidan
farisi, ternyata itu salah, disini ternyata diselah-selah kegiatan itu ada didalamnya
ada pembelajaran bahasa arab, ust Imam Syaiful Mu’mi, beliau yang mengajarkan
kami tentang qoa’id usai tahsin Qur’an, susunan duduknya berbentuk setengah
lingkaran, beliau kurang dalam menerapakan metode dalam pembelajaran bahasa
arab tapi aku suka dengan keterangannya, ini yang memebuatku paham, beliau menggunakan
bahasa yang mudah dipahami oleh santri-santrinya, kemudian menunjuk satu
persatu untuk memberikan contoh, Selain belajar menulis huruf-huruf arab
ternyata aku juga mendapatkan ilmu tentang bahasa. Apa lagi kegiatan setelah subuh belajar kitab
kuning yang didalamnya mempelajari tentang tatacara mengajar, kitab ini juga
menggunakan bahasa arab.
Setahun sudah ku
melewati hari-hari ku yang bertemankan tinta, kertas, resam, dan cat, saatnya
aku pulang kepangkuan ayah dan ibuku, Ini
ketiga kalinya aku mengalami perpisahan dengan teman-teman yang aku sayangi.
Sungguh melukai hati ini.
Telah bebrapa waktu ku
lewati pulau-pulau, daratan, bersama aliran air, kini aku telah merasakan
kembali panasnya kota pekanbaru yang menerpa kulitku, “sudah lama ku tak
merasakan hawa sepanas ini, kangen sudah setahun ku tak kembali ke kampung
halamn ku”,
Pagi pukul 07,00 wib aku
telah sampai di kampung halamanku,
bertemu dengan keluarga ku, aku rindu.........
Campus
Tahun 2012, bulan juni
merupakan awal mula aku mengenal kampus, aku lulus di fakultas tarbiyah jurusuan Pendidikan Bahasa Arab (PBA)” Alhamdulillah”, sebelum aku memulai untuk belajar di PBA aku
bertekat dari awal bahwa aku tak akan menyia-nyiakan ini, setiap waktu itu
berharga, aku tak boleh lalai, aku harus lebih baik dari sebelumnya,
Awal mula masuk kampus
hari senin pukul 07.00 ouw tidak, aku telat, ini awal yang buruk, awal masuk kuliah aku telat, apakah ini cerminan
untuk kedepannya? mudah tidak, sebenarnya aku tidak telat cuman aku terlalu
lama berputar-putar mencari lokal aku bingung, lokalnya yang mana? ya akhirnya
aku telat, pelajaran pertama arabiah mukasafah bersama pak Ahmad Syah, materi
pertama hanya perkenalan.
Pak Ahmad Syah sosok
seorang guru yang pertama kali, mengajarakan ku bahasa arab di UIN SUSKA
jurusan pendidikan Bahasa Arab (PBA) seorang yang ikhlas memeberikan ilmunya
kepoada mahasiswanya, sosok seorang guru yang selalu hidup dalam benak ku untuk
semangat belajar bahasa arab, tutur bahsa yang bagus dalam menegur
mahasiswanya, yang berbuat salah bahakan yang putus asa. Hingga mereka berubah
menjadi leboih baik. Begitulah kesan pertama ku belajar bersama pak Ahmad.
Jam menunjukan pukul 08.40 wib, waktunya pergantian mata kuliah,
sebelum dosen masuk, aku sempat berkenalan dengan beberapa teman ku. Menanyakan
nama dan asal itu sudah menjadi kebiasaan ku setiap ku temui teman yang baru
kukenal, namaun kebiasaan yang sangat tidak kusenagi lagi, ketika aku sudah
bertanya nama dan asal mereka tidak lama kemudian dengan sepontan tanpa
disengaja aku sudah lupa begitu saja,
bukan kah hal itu sangat buru, butuh kurang lebih satu tahun untk ku mengapal
semua nama teman-teman ku,
Pembelajaran bahasa
asing, bahasa arab khususnya terasa lebih komplit ketika aku belajar bahasa
arab di PBA UIN SUSKA, disini aku mengetahui
bagaimana metode dan media yang
sebaiknya digunakan, aku bersyukur pengalaman ku belajar bahasa asing semasa
aku di sekolah dulu memberi gambaran, untuk belajar di PBA ini tidak terlalu
sulit tapi agak membingungkan...... apa bedanya?
Di PBA aku lebih mengenal bagaimana hakikatnya
menjadi seorang guru bahasa arab, yang bisa mengajak peserta didiknya untuk
cinta bahasa arab, tidak bosan dengan materi bahasa arab, menghapus anggapan orang
bahwa bahasa arab itu sulit.
Di semester lima ini aku
lebih banyak mengenal metode pengajaran bahasa arab, seperti metode mimem,
audio lingual, 3-P dan lain sebagainya, bahkan pengajaran bahasa arab ini tidak
jarang menggunakan permainan seperti, teka –teki silang, puzzel, bisik berantai
dan lain sebagainya.
Pembelajaran bahasa di
kampus ini membuat ku lebih paham akan quai’id dalam bahasa arab, namun yang
sangat ku sayangkan, di saat ini aku tidak bisa merasakan suasana seperti di
arab, layaknya aku hidup di pesantern dulu, yang setiap waktunya menggunakan
bahasa arab, dan bahasa inggris. Tapi setidkannya disini, aku lebih mengenal
qoa’idnya di bandingkan dulu.
Pengenalan yang lebih mendalam mengenai bahasa
arab di kampus UIN SUSKA ini, menghapus anggapan ku bahwa pembelajaran qoai’d
bahasa arab itu hanya dengan metode qoa’id saja, ternyata didalamnya
bermacam-macam metode, keragaman metode yang tidak membuat ku bosa. Pengajaran
bahasa arab ini mengikuti perkembangan
zaman.
Selain sebagai mahasiswa aku juga,
berstatus sebagai peserta MTQ, pastinya
di bidang kaligrafi, aku bersyukur aku diberikan kemampuan seperti ini
setidaknya aku bisa mengurangi biaya kuliah, dan mengisi kekosongan ku, selain belajar aku
juga harus, melatih tangan ku untuk selau kreatif, karena bagiku, “belajar
itu perlu didampingi dengan keterampilan” jika dengan keterampilan seperti
ini bisa membuat hati orang tua ku bahagia kenapa tidak, ini merupakan janji ku dulu hingga saat ini
tak pernah pudar, aku ingin membuat orang tua ku bangga, namun ini belum
seberapa. Tapi aku akan terus berjuang tanpa putus asa, “just for you my
parent”
Entah ini hanya sebuah hayalan,
harapan, angan-angan, keinginan, ataupun target yang jelas, apa pun itu bisa
jadi kenyataan jika ada do’a dan usaha waiting
me in paris J